Detail Cantuman Kembali
perbandingan tinggi gelombang hasil pengukuran langsung dengan hasil konversi angin menjadi gelombang di perairan teluk kendari, sulawesi tengah
Wilayah perairan Teluk Kendari, Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi. Pembangunan sektor tersebut membutuhkan banyak data meteo-oseanografi, termasuk data gelombang. Mahalnya pengukuran gelombang secara langsung membuat konversi angin menjadi gelombang menjadi pilihan yang memadai, mengingat metode relatif lebih murah dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konversi angin menjadi gelombang dengan menggunakan metode perhitungan USACE 2002 dan membandingkan hasil konversi angin menjadi gelombang dengan data lapangan menggunakan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa tinggi gelombang dari ECMWF mengalami 5 kali kenaikan tinggi gelombang sebesar 0.31 m yang terjadi pada tanggal 13/11/13 sampai 0.29 m yang terjadi pada tanggal 7/12/13, BMKG mengalami 3 kali kenaikan tinggi gelombang yakni sebesar 0.97 m yang terjadi pada tanggal 15/11/13 sampai 1.37 m yang terjadi pada tanggal 10/12/13, Dishidros mengalami 3 kali kenaikan tinggi gelombang sebasar 0.49 m yang terjadi pada tanggal 8/12/13 sampai 0.63 m yang terjadi pada tanggal 14/11/13, SBE-26 mengalami 2 kali kenaikan tinggi gelombang yakni sebesar 0.12 m yang terjadi pada tanggal 13/11/13 dan 0.10 m yang terjadi pada tanggal 16/11/13. Hasil perbandingan tinggi gelombang menunjukan tinggi gelombang hasil pengamatan dari BMKG (r=0.632) yang paling sesuai dengan gelombang SBE-26 hal ini dimungkinkan karena stasiun BMKG dengan stasiun SBE-26 lebih dekat.
624.15.09 Muh p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2015
Surabaya
xiii, 114 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







